Cinta adalah……

Published Mei 5, 2009 by uminjapan

Assalamu`alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Saudaraku..yang dirahmati ALLAH SWT..

Kalau kita sedikit bicara CINTA, setidaknya CINTAadalah fitrah, CINTA adalah hak yang harus dimiliki oleh setiap kita, CINTA adalah bahasa yang abstrak tetapi sulit untuk di mengerti menurut sebagian insan. Tetapi, CINTA juga mempunyai bentuk yang mudah untuk dirasakan bagi sebagian insan yang lain. Wujud atau bentuk CINTA itu bisa di lihat melalui cerminan dari muatan dan nilai yang di munculkannya. Allah sebagai Dzat Yang Maha memiliki CINTA dan memberikan CINTAnya kepada insan yang terpilih agar sang pencinta dapat mencintai-Nya.

Coba kita tengok sedikit tentang kisah Adam alaihissalam. ALLAH SWT maha mengetahui kebutuhan Adam, karena memang DIA yang telah menciptakan Adam, ALLAH tahu persis bahwa tidak ada manusia yang bisa mengarungi hidup ini sendiri, bahagia dan luka akan terasa istimewa ketika cinta itu ada. Oleh karena itu, diciptakanlah Hawa sebagai pendamping Adam… Bersama-sama, mereka kemudian membentuk keluarga dan mulai beranak-cucu di muka bumi🙂 terbayang gak, mungkin Adam tidak bisa melakukan apa apa dimuka bumi ini jika tidak ada Hawa… ngapain coba? jika Allah tidak menciptakan seorang pendamping yang pantas untuknyadi muka bumi ini, dan pastinya bukan hanya raga Hawa yang diberikan kepada Adam tapi ALLAH juga menitipkan cinta diantara mereka berdua kan makanya banyak cucunya kemudian🙂

Atau kita perhatikan lagi kehidupan kekasih kita, Muhammad SAW. ketika ALLAH menakdirkan Khadijah sebagai pasangan hidup Rasulullah. Tidak sembarang perempuan yang ditunjuk-NYA sebagai pendamping seorang laki-laki terbaik yang pernah ada. Untuk mendukung perjuangan seorang lelaki baja, maka Allah pun menakdirkan seorang perempuan besi untuk menjadi pendampingnya. Khadijah adalah seorang saudagar perempuan kaya yang dihormati oleh kaumnya. Akan tetapi, ia tidak pernah mundur dari garis perjuangan suaminya. Khadijah sama sekali bukan peran pembantu dalam perjuangan menegakkan Islam di bumi ALLAH ini loh. Beliau adalah salah satu tokoh utamanya. Dan yang maha dahsyat dipikiran saya adalah pada saat Rasul menikah diusianya yang 25 dan Khadijah diusia 40 tahun, inilah cinta yang ketika dititipkan oleh ALLAH maka tidak ada yang tidak mungkin🙂 Subhanallah … sekarang dizaman serba IT, gak ada cinta model gini kayanya🙂

Hubungan antara Rasulullah dan Khadijah tidak bisa dipungkiri lagi adalah salah satu kisah cinta paling manis yang pernah ditulis oleh sejarah. Ketika Rasulullah dilanda ketakutan setelah menerima wahyu pertama dengan cara yang begitu dahsyat, beliau lari ke rumahnya dan mencari ketenangan dalam pelukan sang istri tercinta. Ketika semua warga Mekkah berkomplot untuk memboikot Rasulullah dan para pengikutnya, Khadijah meninggalkan begitu saja kehidupannya yang dulu begitu penuh dengan kenikmatan, bergelimang harta dan tinggal di istana kemudian keluar dan mereka menderita bersama, dan keduanya terus bertahan di jalan ALLAH hingga akhir hayatnya. Jangan ditanya bagaimana sedihnya Rasulullah ketika Khadijah wafat, sehingga ALLAH menghiburnya dengan perjalanan Isra Miraj, cukup kah mengobati luka Rasul akibat kepergian Khadijah, TIDAK karena setelah Rasul menikah lagi kemudian pun, cintanya tetap terberat kepada Khadijah🙂 dengan mengatakan ” ALLAH telah memberi rizki kepadaku untuk mencintai Khadijah”

Pertanyaan selanjutnya adalah masih adakah cinta yang seperti Adam ke Hawa dan Rasulullah kepada Khadijah di zaman ini? yang ada adalah cinta yang egois, cinta yang kita berpikir soal diri kita dulu, berkecamuk dibenak kita pada saat memilih “bisa gak yah dia bikin gue bahagia” nah kan belum apa-apa kita sudah mengukur seseorang dari kemampuannya menyenangkan hati kita, mengharapkan seorang pasangan yang bisa mengerti sepenuhnya apa yang kita rasakan. Padahal ini adalah suatu harapan yang terlalu tinggi. Tidak ada manusia yang bisa memahami sepenuhnya perasaan yang berkecamuk dalam hati orang lain bukan?

Percaya deh, kalau kita selalu berharap dibuat senang oleh pasangan kita, maka kita akan selalu kecewa. Jika ia melakukan sesuatu yang tidak kita senangi, maka hubungan cinta akan segera retak. Padahal belum tentu ia yang salah. Bisa jadi kitalah yang terlalu sensitif dan melankolis! Kalau belum apa-apa kita sudah berpikir untuk menyenangkan diri sendiri masih adalah cinta yang tanpa perselingkuhan, karena kita akan selalu mencari seseorang yang akan selalu membahagiakan, memenuhi kepuasan kita kan jadinya?

Jadi mari kita bicara cinta tanpa menuntut tapi memberi … kita memberi saja dulu, dan balasannya menunggu tangan ALLAH🙂 hasilnya pasti lebih indah, kan ALLAH yang membalas, jadi ketika si dia pergi kita juga gak sedih, karena kan kita tidak menggantungkan bahagia dipundaknya tapi diatas genggaman ALLAH SWT.

Allahumma inni as aluka hubbaka wa hubba mayyuhibbuka wal’amalalladzii yuballighunii hubbaka, [wahai ALLAH saya mohon kepada-Mu untuk mencintai-Mu, mencintai siapa saja yang mencintai-Mu, serta perbuatan yang mengantarkan saya untuk mencintaiMu. (HR At Tarmidzi)

Wassalamu`alikum..Warohmatullohi, Wabarokatuh

Al Hubb Fillah Wa Lillah..

Asep Saepudin, Nagoya, Japan

%d blogger menyukai ini: