Harmoni terindah…

Published Maret 2, 2009 by uminjapan

Asalamu`alaikum, wr/wb…

Saudaraku…

Semoga hidup ini penuh berkah dan di cintai ALLAH SWT…Aamiiin..

Masih ingatkah bulan apakan ini.? Iyah bulan Robi`ul Awwal atau sering juga disebut bulan Mulud/Maulid, bulan dimana manusia termulya, manusia teragung dan manusia terhormat dilahirkan. Risalah islam disampaikan dan sekaligus beliaulah cantoh teladannya. Maka bagi siapapun yang mengaku cinta kepada Alloh, ikutilah Rosulullah SAW. begitulah pesan ALLAH dalam Al Quran surat Ali `imro ayat 31, “Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, “

Saudaraku..

Mengamalkan sunnah nabi tidak cukup dengan meniru penampilan saja. Walau pun hal itu tidak salah, meniru/mencontoh rosulullah dari sisi kualitas spritual, kematangan ruhaninya, dan akhlaknya yang sangat mulya justru hal itulah yang akan menjadi ciri utama ummat Muhammad SAW. Penampilan itu bisa saja sama antara kafir dan islam tetapi tetapi rosulullah pernah bersabda, ” Sesungguhnya batas pemisah antara mu`min dan kafir adalah sholat, maka barang siapa meninggalkan sholat berarti telah kafir.” HR Muslim

Jadi mari kita maneladani rosulullah SAW dari sisi kualitas spritual, kematangan ruhaninya, dan akhlaknya yang sangat mulya sambil meniru penampilan secara fisik,sebagai wujud cinta kita kepada NYA..

Salah satu amalan ritual yang sangat sering kita lakukan dan harus kita jaga kualitasnya adalah Shalat..

Shalat … kata itu adalah kata yang sering sekali kita dengar di keseharian “udah shalat belum .?” atau ” mau shalat dimana ?” atau “lagi shalat ya, sorry ganggu” atau “kekasih ku, jangan lupa shalat yah, sudah adzan sayang” asik… shalat adalah saat kita bertemu dengan pemilik napas kita, saat melepas kerinduan jiwa dengan sang maha pencipta dan seharusnya saat yang paling kita tunggu karena disana kita berhadapan dengan pemilik segala milik dan tempat kita meminta, dengan menemuiNYA rasanya indah …. indah sekali🙂

Shalat bukan hanya sekedar kata, bukan pula sekedar gerakan berdiri, ruku dan bersujud tapi shalat adalah harmoni nan indah, sejatinya, shalat adalah ibadah paripurna, memadukan pikiran, gerakan nan indah, dan hati/rasa (sensibilitas). Ketiganya terpadu secara cantik dan selaras. Kontemplasi dan riyadhah yang terintegrasi sempurna, saling melengkapi dari dimensi perilaku dan lisan , respons motorik, rasionalitas (menempatkan diri secara proporsional), dan kepekaan terhadap jati diri, kepekaan dan kehalusan untuk merasakan cinta dan kasih sayang ALLAH…

Dan segala yang membuncah bernama shalat ini bisa kita rasakan dari mulai berwudhu, ketika memakai pakai salat, menapak diatas sajadah, berdiri tapi menundukan kepala karena kita tahu dengan Dzat yang maha tinggi diri ini berhadapan, kemudian ada getar halus, ada airmata yang seperti hendak berlinang mengaliri tulang pipi dan ketika bibir mulai berucap ALLAH Akbar [ALLAH maha besar] itulah kalimat pertama yang di ucapkan kepada Dzat yang denganNYA diri ini sedang berhadapan melepas segala cinta dan kerinduan, memohon ampunan dan mengadukan setiap tapak yang di buat …

ah indahnya shalat🙂

Dan teringat tulisan sahabat saya, “saya ingat ketika saya memasuki masa remaja kemudian menanyakan kepada Buya “Buya apa hasil dari shalat?” dengan ketenangan yang menjadi ciri khas Buya, dengan syurban yang tak pernah lepas dari tengkuknya dan dengan senyum simpulnya nan menawan Buya mengatakan bahwa hasil dari shalat adalah jiwa yang tenang, dan semakin dewasa saya semakin mengerti makna shalat sebagai pengelolaan nafs menjadi motivasi yang bersifat muthma’innah. Jiwa muthma’innah atau jiwa yang tenang inilah yang akan memiliki karakteristik malakut untuk mengekspresikan nilai-nilai kebenaran absolut.

Hai jiwa yang tenang (nafs yang muthmainah).Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang bening dalam ridha-Nya (QS Al Fajr [89]: 27-28)

Saudaraku…

Mereka yang memiliki jiwa muthma’innah akan mampu mengaplikasikan nilai-nilai shalat dalam kesehariannya. Sebuah nilai yang didominasi kesabaran paripurna. Dan yang saya lihat kemudian adalah jiwa shalat adalah jiwa yang penuh syukur, pemaaf, lemah lembut, penyayang, tawakal, merasa cukup dengan yang ada, pandai menjaga kesucian diri, yakin bahwa pertolongan ALLAH pasti datang karena ia selalu berdialog dengan ALLAH.

Mulai sekarang kita jadikan shalat sebagi Harmoni Terindah yah, bukan hanya menggugurkan kewajiban, bukan hanya berdiri komat kamit tanpa arti kemudian lari setelah salam tapi jadikan shalat tempat kita berdialog dengan yang maha memiliki Cinta … ketika harmoni itu sudah kita dendangkan maka shalat adalah saat yang kita nantikan disela kesibukan bumi.

ah indahnya shalat, ketika cinta terasa berlabuh, ketika sabar dan shalat adalah penolong satu satunya, bayangkan jika tidak ada ibadah bernama shalat, gimana dong cara ketemu ALLAH🙂

Saudaraku..

Selamat bekerja, berkarya dan berbahagia…

Wassalamu`alaikum, wr/wb..

Asep Saepudin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: