Embun

Published Maret 1, 2009 by uminjapan

Assalamu`alaikum…

Sahabat,…

Hari ini hari senin, sebagian orang mengatakan “saya tdk suka hari senin” tetapi sebagain lagi mengatakan ” Senin adalah hari harapan” yang manapun kita yang jelas hari senin sekarang tidak akan pernah datang lagi, sama seperti embun pagi hari ini juga tidak akan pernah datang lagi..

Sahabat…

Adakah yang lebih indah dari beningnya embun pagi? butirannya menggelayut manja di dedaunan dan rerumputan bagaikan kristal yang bercahaya… ada cinta, ada kasih sayang dibeningnya, ada damai yang meresap, ada rasa teduh yang membuncah, ada RINDU dan ada sejuta makna ketika embun itu terlihat bahkan terhampar di rerumputan. Dan pagi ini pastilah ada embun bergelayut manja di ujung bunga-bunga yang sedang merekah, indah sekali seni yang ALLAH sajikan buat kita di bumi milikNYA.

Perhatikan deh bahwa hadirnya embun dipagi buta adalah bukti nyata dan pesan terindah dari ALLAH bahwa setelah malam yang pekat akan hadir hari baru… bahwa embun yang hadir pagi ini bukanlah embun yang kemarin hadir meski sama sama bergelayut diujung bunga sakura yang sama yang baru akan mekar, embun hari ini bukan embun yang kemarin, karena embun yang kemarin telah diluluh lantakan oleh teriknya mentari … dan hari ini ALLAH menghadirkan embun yang baru untuk bergelayut manja.

Dan embun adalah tanda kebesaran ALLAH sebagai petunjuk bahwa hari baru telah datang dan embun hari ini bukan embun yang kemarin dan embun hari ini juga bukan embun yang esok pagi akan datang, begitulah ALLAH mengganti waktu … yang kemarin tak akan kembali dan esok bukan hari ini, subhanallah🙂

Maka nikmat mana lagikah yang sanggup kita pungkiri setelah nikmat hari ini bahwa kita masih dititipkan napas untuk kita isi dengan kebaikan bukan dengan keluh kesah karena kerja yang tak pernah selesai, mengeluh tentang panasnya bumi milik ALLAH udah untung masih dikasih sinar matahari kalo engga kan gerhana🙂 , mengeluh gak punya uang padahal banyak yang makan sekedar menghilangkan lapar, berpakaian asal tak telanjang … ah manusia kenapa sih harus ngeluh terus? [ehm. namaya juga manusia🙂 ]

Sahabat..

Lihatlah embun, lihatlah beningnya, lihatlah manjanya bergelayut di ujung daun dan lihatlah keikhlasannya pergi saat mentari datang … ah embun, saya akan belajar darimu untuk menjadi lembut, untuk menyejukan dan untuk pergi jika mentari datang dan mengusirmu … untuk menjadi bukti kebesaran ALLAH yang telah menitipkan mata yang dapat melihat, telinga yang dapat mendengar dan mulut yang dapat bicara, maha suci ALLAH dengan segala ciptaanNYA yang sempurna …

Dan masih sanggup kita ngeluh setelah melihat mata kita sempurna? jangan deh, say NO to complain🙂 lihatlah pagi, dengarkanlah adzan subuh yang menggema dari buminya ALLAH memekik diantara bumi dan langit dan indahnya pagi milikMU ya ALLAH “asshalatu khairum mina nnaum”

Dan tiba tiba, saya jadi ingat acara di televisi indonesia, masih ada engga yah acara “Embun Pagi” , yang menyapa pemirsa dengan pesan-pesan kehidupan yang sangat menggugah hati, seolah tak rido jika manusia mahluk berakal, harus kalah oleh hawa nafsunya..

Sahabat..

Bersyukurlah, bahkan bernbahagialah jika bersama datangnya embun pagi, kita bisa mendengar panggilan azan, mendengar nasihat-nasihat baik dari televisi atau dari radio, ALLAH menunjukan kasih sayangnya kepada kita lewat media tersebut. Disini… saya sangat rindu suasana itu, suasana merdunya kumandang azan, syahdunya lantunan solawat, dan indahnya untain hikmah yang tersaji di televisi dan radio..

Maha Suci ALLAH. Segala puji hanyalah milikNYA, dan Dialah yang Maha Besar…

Wassalamu`alaikum wr.wb..

Asep Saepudin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: